Tampilkan postingan dengan label Goresan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresan. Tampilkan semua postingan

26.4.17

Someone




Kau tau aku sebisa mungkin menyanggahnya. Aku benar-benar berusaha. I'm serious. Tapi mengapa perasaan tidak enak ini mulai muncul. Apakah salah? jika aku berbagi sedikit saja kebahagiaan kepada yang lain. Dan menurutku itu tidak berlebihan. Aku yakin itu sudah sangat sewajarnya. Ku mohon aku ingin sekali dapat membaca pikiran orang lain terhadapku sekarang ini.

Aku sudah biasa saja terhadap dia. Karena kutahu rasa ini tidak boleh kulanjutkan.

Kau yang datang tiba-tiba kepadaku. Kau membuatku merasakan bagaimana berhadapan dengan seorang lelaki. Berbicara nyaman kepadaku. Aku sempat merasa terbuai dengan itu semua. Namun aku selalu memperkuat pertahananku terhadap perlakuanmu itu. Ku batasi percakapan kita. Ku alihkan pandangan kita. Ku beri jarak perilaku kita. Tawamu, senyummu, perhatianmu, ku sebisa mungkin menganggap itu semua hanya hanya... entahlah.

Kadang ku merasa ingin menangis. Namun kupikir lagi untuk apa. Karena semua ini hanyalah.... sesaat.

2.6.16

Real Beauty Sketches by Dove



"YOU ARE MORE BEAUTIFUL THAN YOU THINK.
Perempuan bisa menjadi sangat kritis jika diminta untuk menilai kecantikannya. Hanya 4% wanita di dunia  ."

Gak bisa berkata apa-apa. Liat dan langsung nangis.
Gimana ya, mungkin bukan hanya aku hampir seluruh manusia didunia jika disuruh menyebutkan apa kelebihanmu dan apa kekuranganmu, pasti yang paling banyak disebutkan adalah kekuranganmu dibandingkan kelebihanmu dan biasanya paling lama mikir kalau ditanya kelebihan haha. Kenapa bisa gitu ya? hayo loooh... aku juga gitu sih :( Padahal orang lain bisa menilaimu dari sudut terbaik kenapa diri kita sendiri tidak?!

Pas liat video ini ketika ikut pelatihan public speaking. Tamparan keras banget sih buat aku. Ini kata-kata pematerinya yang sangat aku ingat " Mari kita renungkan, jangan selalu terus memikirkan kekurangan kita tapi.. LEBIH BAIK MENGEMBANGKAN POTENSI KITA DARIPADA TERUS MENUTUPI KEKURANGAN KITA".

Selamat merenung kawan-kawan dan hayu belajar PD dari sekarang.

22.1.16

Belum bisa MOVE ON ! (edisi Lagi banyak pikiran)

Seperti permata adalah tujuanmu. Dulu ketika kau baru pertama kali menemukan permata itu, dan permata itu begitu bersinar dengan terangnya kemudian kau menemukan barang yang lainnya juga yang mulai menerpa hidupmu. Bertumpuk. Bertumpuk. dan Bertumpuk. . . akhirnya mulai menenggelamkan permata itu. Barang-barang lainnya itu terus melayang-layang menghalangi sinarnya dalam pandanganku. Sulit untuk bercahaya kembali. Bagaimana. Bagaimana aku bisa menyingkirkan barang-barang lainnya itu agar bisa melihat cahayanya lagi. Agar bisa lurus dan fokus hanya pada permata itu lagi. Bersinar menerangi seluruh pikiranku dan menjalar keseluruh tubuhku.


Lagi banyak pikiran.

Semuanya gara-gara hari ini. Oh ya ampun aku tidak boleh menyalahkan apapun. Jadi entahlah ini gara-gara apa, siapa, aku tidak tahu. Yang jelas hari ini telah membuatku memikirkan banyak hal. Sudah banyak dan makin banyak. Saking banyaknya lagi-lagi aku selalu menghela nafas dan bergumam.

Hari ini. Setelah mengikuti seminar tentang bahwa inovasi adalah hal yang harus dipertanyakan. ah entahlah apa yang dibicarakan oleh orang itu. Namun aku menangkap satu hal bahwa kita harus sering bertanya bahkan dalam hal sepele sekalipun. Karna bisa jadi permasalahan kita akan ada jawabannya dari pertanyaan kita itu. Dalam bahasa inggris ada yang namanya 'Asking dan Question'. Pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah kita tahu, itu adalah Question. Seperti 'buat apa kita hidup'. 'siapa saya' dan hal-hal semacam itu yang kita sebagian besar sudah tahu jawabannya. Tapi hal itu memang harus kita pikirkan. Jadi akupun mulai bertanya-tanya dalam kepalaku tentang apapun. Dan itu malah membuatku pusing.

Hari ini. Mengapa aku begitu canggung dengannya. Ini teman sekelasku. Memang lumayan cukup lama tidak mengobrol berdua. Tapi aku tidak menyangka akan kembali seperti suasana baru kenalan. Aku mulai memikirkan banyak hal agar tidak begitu awkward dan mencoba untuk biasa saja atau sewajarnya dengan rentetan pertanyaan layaknya interview dan dia menjawab sesuai dengan pertanyaan-pertanyaanku. Tapi ternyata sulit. Entah memang suasana hatinya yang sedang banyak pikiran juga atau bagaimana. Dan aku memikirkannya sepanjang hari ini ketika bersamanya.

Hari ini. Rencanaku tidak sesuai. Aku mulai memikirkan bagaimana aku mengatur jadwalku untuk rencanaku hari ini. Karena besok aku memiliki rencanaku yang lain.

Hari ini. Aku ke kampus jurusan idamanku. Keinginanku untuk kuliah disini belum juga move on. Membicarakan masa depan membuatku memikirkan masa lalu dan masa ini. Berandai-andai. Apabila. Jika saja. Atau mungkinkah. Membuatku terus berpikir. Akan seperti apa masa depanku nanti. Aku memang sudah memikirkannya dan mulai membuat strategi dan mempolakannya. Tapi kemudian aku bertanya mengapa aku belum berubah juga. Apa yang membuatnya lama. Apa yang membuatku begitu sulit. Apa sebenarnya yang salah dan harus bagaimana aku. Kalau dipikir-pikir tidak ada yang sulit. Tapi aku pikir-pikir lagi kenapa begitu susah. Aku mulai takut pada perubahan pikiranku itu sendiri. Katanya malas itu bisa memicu kesuksesan. Ada yang bilang seperti itu padaku dan aku mulai memikirkannya. Lagi. Lagi. dan Lagi.

Dan yang aku pikirkan hanya itu-itu saja menurutku. Dari dulu. dulu hingga sekarang. Apakah aku akan memikirkan hal-hal itu terus ? Lalu kapan aku akan memikirkan hal yang berbeda ? dengan suasana yang berbeda !

Hari ini. Mendengarkannya. Bahwa kita harus sering bertanya agar dapat menciptakan inovasi. Entah karna aku tersihir dengan kata-katanya atau aku terlalu memikirkan kata-katanya 'apakah iya?' aku jadi mulai bertanya-tanya dan itu membuatku banyak berpikir. berpikir. dan terus berpikir. . .

10.10.15

HWD for You

Sudah kupastikan. Aku tau pasti akan terjadi. yaa bukan hanya untuk dia tapi semuanya, semua orang pasti akan mengalaminya. akan dipertemukan dengan seseorang yang sudah pantas untuk saling mendampingi saling menghargai dan menghormati. Tidak. Aku tidak merasa seperti itu. perasaan ini bukan seperti itu maksudnya. aku merasa senang mendengarnya. benar aku tidak bohong. aku senang kau didampingi olehnya. setelah kuperhatikan kalian saling mengisi satu sama lain. Aku bahagia. Beliau sudah memastikan bahwa kalian berjodoh. Aku hanya sedih karena aku tidak ada disana untuk memberi kalian selamat. untuk berbagi kebahagian. untuk berfoto bersama mencetak sebuah kenangan.
Semoga aku dapat bertemu denganmu lagi dengan perasaan nyaman.

5.10.15

Thanks God

Hari ini. kurasakan kembali semangat dan rasa syukurku. Rasa syukur yang begitu dalam kusampaikan padaMU. "Ya Allah terimakasih telah memilihku".
Tahun depan semoga Kau masih memberiku kesempatan. dan untuk menuju tahun depan itu akan kumaksimalkan diriku. Semoga Kau terus selalu melindungiku dan membimbingku. Akan kuperbaiki diriku terus.. terus.. terus.. dan terus meningkat.

8.8.15

Hari ini



Hari ini

Malamnya ku takut dan tak tenang. Pada pagi hari ini aku gelisah. Siang dan sorenya aku merasa tenang. Aku berharap dan berpikiran yang berlebihan. Bukan. Bukan karena aku tidak suka. Percayalah ini hanya ketidakmampuanku saja dalam mengontrol perasaanku. Aku yakin kau juga merasakannya. Canggung. Ya itu benar. Jujur aku selalu salah tingkah jika ada kamu. Kau selalu baik pada semua orang, itu yang aku dengar. Mungkin aku yang terlalu berlebihan. Aku selalu ingin kau menanggapiku. Berlaku sewajarnya seperti pada yang lain. Milikilah perasaan biasa saja padaku. Agar aku bisa merasakan dekatnya kau denganku. Sesungguhnya aku tidak ingin memiliki rasa ini.

14.4.15

Sedang Merenung

Kasih sayang Allah itu untuk semua makhluk.
Namun CintaNya hanya untuk orang-orang yang benar-benar bertaubat dan mengikuti rosul.

Mengapa ujian yang saya hadapi selalu dalam hal yang sama terus-menerus. katanya karena ujian dalam hal itu saya belum lulus terus-menerus dalam menyikapinya.

Orang yang istighfar atau taubat cirinya adalah lebih semangat dan giat untuk memperbaiki apa yang ditaubatinya, sabar, berusaha meningkatkan keimanannya, tunduk hati dalam menjalankan aturannya.

Saya selalu menginginkan segala keinginan terwujud dengan segera tanpa memikirkannya dengan cermat.

Katanya "orang yang berdoa dan berharap saja tidak akan membuatnya sukses tanpa dilakukan dengan ikhtiar. Jika belum terwujud juga maka ikhtiarlah dengan maksimal. Jika sulit maka istighfarlah dengan sungguh-sungguh saja dulu. Jangan dulu mengejar apa yang diinginkan, kejarlah cinta Allah terlebih dahulu, dengan cintaNya maka akan lebih mudah mendapatkan apa yang diinginkan".

Namun akankah mudah mendapatkan cintaNya? Butuh sesuatu untuk menggerakkannya.